Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa stabilitas perekonomian merupakan prasyarat penting bagi Indonesia untuk maju. Pernyataan itu disampaikan Suahasil saat berbicara dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).
"Stabilitas di dalam perekonomian, stabilitas di dalam kegiatan kita bermasyarakat karena stabilitas ini adalah prasyarat yang sangat penting," kata Suahasil dalam forum tersebut.
Menurut Suahasil, stabilitas ekonomi telah membentuk pola pikirnya dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia pun menganalogikan stabilitas seperti bersepeda menuju suatu tujuan. Jika sepeda berjalan stabil, perjalanan akan lebih cepat sampai. Namun, bila sepeda terseok-seok, tujuan mungkin tetap tercapai tetapi membutuhkan waktu lebih lama dan usaha lebih besar.
"Kalau sepedanya terseok-seok, mungkin sampai juga tapi lebih lama, effort-nya lebih besar. Tapi sepeda yang stabil itu adalah prasyarat untuk dari titik A ke titik B dengan lebih cepat. Saya selalu punya mindset seperti itu," tuturnya.
Sejak menjabat sebagai menteri keuangan pada 14 September 2026, Suahasil memastikan defisit APBN akan terus dikendalikan di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sesuai amanat Undang-Undang Keuangan Negara. Hingga akhir September 2026, defisit APBN tercatat sebesar Rp319 triliun atau 1,24 persen terhadap PDB.
Bagi masyarakat lokal, terutama pelaku usaha kecil dan rumah tangga, stabilitas ekonomi yang dijaga pemerintah berdampak langsung pada daya beli dan kepastian berusaha. Harga barang yang relatif terkendali serta kebijakan fiskal yang terukur menjadi faktor penting agar aktivitas ekonomi sehari-hari tidak terganggu gejolak.
Suahasil juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas APBN setelah dilantik menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, stabilitas tersebut harus mewarnai seluruh perumusan kebijakan fiskal, alokasi anggaran, hingga komunikasi dengan elemen pemerintahan dan masyarakat.
"Dan ini yang kita harapkan terus mewarnai terutama untuk Kementerian Keuangan mewarnai seluruh bagaimana kita merumuskan kebijakan fiskal, bagaimana alokasikan anggaran dan juga termasuk bagaimana kita berbicara dengan seluruh elemen lain di pemerintahan dan juga dengan masyarakat kita," tegasnya.
Dengan defisit yang masih terkendali di level 1,24 persen PDB, pemerintah berupaya menjaga ruang fiskal agar program pembangunan dan bantuan bagi masyarakat tetap berjalan tanpa menimbulkan ketidakpastian ekonomi di tingkat lokal.