Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa ekosistem kreatif berkontribusi besar terhadap perekonomian ibu kota. Salah satu contohnya adalah konser Kanye West yang digelar pekan lalu dan disebut menyumbang hingga Rp450 miliar.

"Jakarta harus ada creative financing. Jakarta harus membuat event-event di Jakarta itu lebih menarik," tegas Pramono dalam acara Kearney 100 Years of Impact bertema "Jakarta Towards 500: Shaping the Next Global City Together" di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Selain konser Kanye West, Pramono memaparkan sejumlah event lain yang turut menggerakkan ekonomi Jakarta. Konser The Weeknd berkontribusi Rp250 miliar, Jakarta Running Festival Rp175 miliar, Jakarta Fair Rp8,2 triliun, dan Jakarta Great Sale Rp26,8 triliun.

Dampak bagi Warga Lokal

Bagi masyarakat Jakarta, gelaran event berskala besar seperti ini membawa berkah tersendiri. Salah satunya terlihat dari okupansi hotel yang melonjak. Pramono menyebutkan bahwa saat konser Kanye West, sekitar 30 ribu orang asing hadir dan hampir semua hotel terisi, bahkan kawasan Blok M disebutnya seperti Seminyak.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

"Termasuk kemarin ketika konsernya YE kurang lebih 30 ribu orang asing hampir semua hotel bahkan Blok M itu udah kayak di Seminyak aja," ungkapnya. Ia pun berencana memperbanyak "epicentrum event" di Jakarta agar dampaknya makin luas.

Pramono juga menyinggung soal insentif bagi hotel-hotel di Jakarta. Menurutnya, pemerintah memberikan subsidi sehingga hotel bisa menawarkan harga diskon. Harapannya, minat masyarakat untuk datang dan menikmati event semakin terdorong, sekaligus menggerakkan sektor usaha lokal di sekitarnya.

Agenda Event dan Transparansi

Ke depan, Jakarta akan menjadi tuan rumah sejumlah acara besar. Bulan depan ada Guns N' Roses dan acara hip-hop, lalu Januari ada Westlife. Pramono bahkan menyebut akan ada kedatangan boyband Korea, BTS, selama tiga hari di akhir tahun yang diperkirakan memberi kontribusi lebih fantastis.

"Pokoknya semua yang menghasilkan cuan silahkan datang ke Jakarta," tambahnya. Ia meyakini pendapatan daerah dari event kreatif tahun depan bisa melebihi tahun ini berkat berbagai insentif yang diberikan.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Di sisi lain, Pramono menekankan pentingnya transparansi pengelolaan pajak. "Sebagai pemerintah harus transparan, terbuka, bertanggung jawab dengan setiap sen pajak yang dibayarkan oleh Bapak-Ibu sekalian," ujarnya. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa gelaran event tidak hanya soal pemasukan, tetapi juga kepercayaan publik.