Harga liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram bersubsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan pada Oktober 2026. Di pangkalan resmi wilayah Tangerang Selatan, harga eceran tertinggi (HET) masih berada di angka Rp 19.000 per tabung.

Namun, di tingkat pengecer, warga harus merogoh kocek Rp 22.000 per tabung. Selisih Rp 3.000 itu disebut sebagai ongkos kirim yang dibebankan kepada pembeli.

Kepastian harga tersebut disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman. Ia menegaskan tidak ada kebijakan khusus yang mengubah harga LPG bersubsidi pada bulan ini.

"Kalau harga kan nggak ada hal khusus ya mengenai LPG, kan LPG subsidi tetap gak ada hal khusus," ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM beberapa waktu lalu.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

BBM Subsidi Ikut Stabil

Selain LPG 3 kilogram, Laode memastikan harga bahan bakar minyak bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak naik setidaknya hingga akhir tahun 2026. Minyak tanah juga disebut tidak mengalami perubahan harga.

"Kalau subsidi nggak (naik harga). Ya pokoknya (BBM) subsidi apa sih, Solar dan Pertalite ya, minyak tanah (tidak naik)," tambahnya.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang menggantungkan kebutuhan memasak pada LPG 3 kilogram. Bagi warga Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan, harga di pangkalan resmi tetap sesuai HET.

LPG Non Subsidi Sudah Naik

Berbeda dengan LPG bersubsidi, harga LPG non subsidi di tingkat pangkalan justru sudah mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan di lapangan, tabung 5,5 kilogram kini dijual Rp 130.000 per tabung, naik dari periode sebelumnya Rp 125.000.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Adapun tabung 12 kilogram dibanderol Rp 252.000 per tabung, naik dari sebelumnya Rp 240.000. Kenaikan ini menyusul penyesuaian harga yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga sejak 16 September 2026.

Dalam evaluasi tersebut, harga jual agen Bright Gas 12 kilogram naik dari Rp 218.000 menjadi Rp 230.000 per tabung. Sementara Bright Gas 5,5 kilogram naik dari Rp 102.000 menjadi Rp 107.000 per tabung untuk wilayah Pulau Jawa.

Harga di wilayah lain bervariasi. Untuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan, Bright Gas 5,5 kilogram dijual Rp 111.000 dan 12 kilogram Rp 232.000 per tabung.

Kawasan Perdagangan Bebas Batam menerapkan harga Bright Gas 5,5 kilogram Rp 100.000 dan 12 kilogram Rp 209.000 per tabung. Sementara Maluku dan Papua mencatat harga tertinggi, yakni Rp 134.000 untuk 5,5 kilogram dan Rp 287.000 untuk 12 kilogram per tabung.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]