DENPASAR — Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen minyak dan gas bumi yang tersebar di seluruh Tanah Air. Namun, baru 20 cekungan yang sudah berproduksi. Sisanya menjadi peluang besar bagi investor yang ingin masuk ke sektor hulu migas, termasuk di wilayah daerah yang selama ini belum tersentuh eksplorasi.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus memaparkan tiga tingkatan peluang investasi yang ditawarkan. Pertama, optimalisasi 20 cekungan yang telah berproduksi. Kedua, pembukaan 43 penemuan di cekungan yang sudah dieksplorasi. Ketiga, eksplorasi 65 cekungan frontier yang belum terjamah.
"Untuk investor, kami memiliki peluang di tiga tingkatan berbeda. Pertama, mengoptimalkan 20 cekungan yang berproduksi. Kedua, membuka 43 penemuan di cekungan yang telah dieksplorasi. Dan tentu saja, mengeksplorasi 65 cekungan frontier," ujar Rikky dalam acara 51st ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) di The Meru Sanur, Denpasar, Bali, Senin (26/10/2026).
Bagi masyarakat lokal, eksplorasi cekungan frontier berpotensi membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan penerimaan wilayah. Namun, kegiatan ini juga menuntut kesiapan sumber daya manusia setempat serta kejelasan skema bagi hasil yang adil.
Indonesia saat ini mengantongi cadangan terbukti sebesar 2,3 miliar barel minyak dan 35 triliun kaki kubik gas bumi yang tersebar di 168 blok migas. Angka ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah meningkatnya kebutuhan energi global.
Pemerintah memperbaiki iklim usaha melalui tiga fokus utama: penerapan skema fiskal berbasis risiko, mekanisme perizinan yang transparan, serta fleksibilitas akses data eksplorasi. Langkah ini diharapkan mengurangi ketidakpastian dan memperluas partisipasi investor.
"Tujuan kami adalah mengurangi ketidakpastian, memperluas partisipasi investor, dan mengubah lebih banyak peluang eksplorasi menjadi penemuan komersial dan produksi," tambah Rikky.
Dengan strategi yang tepat, potensi 108 cekungan yang belum berproduksi dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus memberikan manfaat langsung bagi daerah-daerah yang selama ini bergantung pada sektor lain.