Rupiah membuka perdagangan Jumat pagi (30/10/2026) dengan penguatan ke level Rp18.123 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini terjadi setelah rupiah sempat melemah 1,41 persen sepanjang Oktober dan ditutup di Rp18.147 per dolar AS pada penutupan sebelumnya. Di pasar spot, dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp18.123, menandai pemulihan singkat setelah tekanan berkepanjangan terhadap mata uang domestik.
Pergerakan rupiah menjadi sorotan setelah sejumlah bank mulai menjual dolar AS di atas Rp18.300, bahkan ada yang menembus Rp18.400. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan keyakinan bahwa rupiah tidak akan menembus Rp19.000 per dolar AS. Sementara itu, pengusaha Hashim Djojohadikusumo memperingatkan potensi dolar tembus Rp21.000, yang kemudian direspons oleh Gubernur Bank Indonesia (BI).
Kronologi pelemahan rupiah sepanjang Oktober mencerminkan tekanan global dan domestik yang saling bersinergi. Data menunjukkan rupiah melemah 1,41 persen sepanjang bulan, dengan penutupan di Rp18.147 per dolar AS. Pada Rabu (28/10), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level tertentu, dan pada Kamis sore rupiah menguat ke Rp18.137 per dolar AS. Bank-bank besar seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI mencatat kurs jual dolar AS di atas Rp18.300 pada Jumat ini. Rupiah juga sempat tertekan hingga bank-bank menjual dolar di level Rp18.400.
Pernyataan Hashim Djojohadikusumo yang memperingatkan dolar bisa tembus Rp21.000 menuai respons dari Gubernur BI. Dalam kesempatan terpisah, Bos BI membuka suara dan menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menteri Koordinator Airlangga Hartarto juga menegaskan bahwa pemerintah yakin rupiah tidak akan menembus Rp19.000 per dolar AS, mengindikasikan adanya optimisme dari sisi kebijakan fiskal dan moneter. Sementara itu, kurs pajak sepekan mencatat dolar AS naik ke Rp18.032, menjadi acuan untuk transaksi perpajakan.
Dampak langsung dari fluktuasi kurs dolar dirasakan oleh importir, eksportir, dan masyarakat yang melakukan transaksi valuta asing. Bank-bank direkomendasikan untuk memantau perkembangan kurs secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan memantau informasi resmi dari Bank Indonesia serta lembaga keuangan terpercaya. KilasNesia akan terus memantau perkembangan kurs rupiah terhadap dolar AS dan menyajikan informasi terkini secara objektif dan berimbang.