BANGKOK — Ratu Thailand Suthida kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pilot bersertifikat. Ia secara langsung mengendalikan pesawat Boeing 737-800 kerajaan saat membawa rombongan pulang dari Jepang menuju Bangkok, Senin (26/10/2026). Penerbangan berlangsung sekitar delapan jam sebelum mendarat di Bandara Militer Don Mueang.
Perjalanan pulang tersebut menutup kunjungan delapan hari Ratu Suthida ke Jepang yang sebenarnya berakhir pada 22 Oktober 2026. Dalam penerbangan itu, ia bertindak sebagai kapten pesawat, bukan sekadar penumpang rombongan kerajaan. Langkah tersebut menjadi sorotan karena sang ratu mengambil alih kendali penuh atas pesawat komersial berbadan lebar itu.
Kunjungan Diplomasi Hoki Es
Kunjungan ke Jepang dilakukan dalam kapasitas Ratu Suthida sebagai Duta Global Federasi Hoki Es Internasional (IIHF). Selama berada di Sapporo, Hokkaido, ia menghadiri sejumlah kegiatan untuk mempromosikan hoki es perempuan, bertemu para atlet, serta menyerahkan penghargaan dalam Kejuaraan Hoki Es Asia Putri IIHF 2027. Ia tiba di Jepang pada 14 Oktober 2026, juga dengan menerbangkan sendiri pesawat yang membawa delegasinya.
Setibanya di Bandara Sapporo, Ratu Suthida sempat mengejutkan sejumlah petugas bandara. Ia keluar dari kokpit pesawat dan kemudian mengemudikan mobil sendiri menuju hotel. Momen tersebut memperlihatkan sisi lain dari sosok ratu yang dikenal memiliki lisensi pilot profesional.
Bekal Pengalaman Terbang
Kemampuan menerbangkan pesawat bukan hal baru bagi Ratu Suthida. Sebelum bergabung dengan keluarga kerajaan Thailand, ia pernah bekerja sebagai pramugari Thai Airways. Ia memiliki lisensi pilot transportasi udara (Airline Transport Pilot Licence/ATPL) dan telah mencatatkan lebih dari 1.180 jam terbang. Lisensi ATPL merupakan kualifikasi profesional tingkat tinggi yang memungkinkan pemegangnya memimpin penerbangan komersial.
Selain pesawat penumpang, pada awal Oktober 2026 Ratu Suthida juga menyelesaikan penerbangan latihan menggunakan jet tempur JAS 39C Gripen milik Angkatan Udara Kerajaan Thailand. Rangkaian aktivitas itu memperlihatkan pengalaman penerbangannya, mulai dari pesawat penumpang hingga pesawat tempur. Perjalanan pulang dari Jepang kali ini menegaskan bahwa sang ratu tidak sekadar menumpang pesawat kerajaan, melainkan mengambil alih kendali sebagai pilot yang menerbangkan rombongannya kembali ke Thailand.