Produksi mobil Thailand mengalami penurunan pada September 2026. Federasi Industri Thailand (FTI) mencatat produksi hanya mencapai 120.319 unit, turun 6,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini berbalik dari Agustus 2026 yang masih tumbuh 10,93 persen secara tahunan.
Pelemahan produksi terjadi setelah industri otomotif Thailand sempat terganggu banjir pada bulan sebelumnya. Banjir tersebut tidak hanya menghentikan operasional pabrik otomotif dan pemasok suku cadang, tetapi juga menewaskan sedikitnya 80 orang. Meski demikian, produsen mobil Thailand telah kembali melanjutkan produksi.
Di sisi lain, penjualan mobil domestik Thailand justru meningkat 14,28 persen secara tahunan pada September 2026. Juru bicara Klub Industri Otomotif FTI, Surapong Paisitpattanapong, mengatakan kenaikan ini didorong oleh kendaraan listrik (EV). Namun, pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan kenaikan 25,59 persen pada Agustus.
Ekspor mobil Thailand juga mencatat pertumbuhan 4,55 persen secara tahunan pada September. Capaian ini berbalik dari Agustus yang turun 2,04 persen. FTI mempertahankan target produksi mobil sepanjang 2026 sebanyak 1,45 juta unit, setelah sebelumnya dipangkas pada Juli dari proyeksi awal 1,5 juta unit.
Thailand merupakan pusat produksi otomotif terbesar di Asia Tenggara dan menjadi basis ekspor bagi sejumlah produsen mobil global, termasuk Toyota dan Honda. Kondisi industri otomotif Thailand yang beragam ini menunjukkan produksi masih tertekan, sementara permintaan domestik dan ekspor mulai menunjukkan penguatan.