Jakarta, Indo Fokus — Politisi sayap kiri terkemuka Ekuador, Luisa Gonzalez, ditangkap aparat otoritas negara itu dalam penyelidikan dugaan penyimpangan pendanaan politik dan pengeluaran kampanye pada pemilihan umum 2023. Penangkapan tersebut dikonfirmasi Ketua Partai Revolusi Warga (Citizens' Revolution), Gabriela Rivadeneira, melalui unggahan di media sosial pada akhir pekan.
Gonzalez merupakan figur oposisi yang menempati posisi kedua di belakang Presiden Daniel Noboa dalam dua pemilihan umum terakhir. Ia diselidiki terkait aliran dana sekitar US$500.000 atau setara Rp9 miliar yang diduga digunakan untuk membiayai iklan kampanye antara Mei hingga Agustus 2023.
Dalam unggahan di platform X, Gonzalez menyebut tuduhan terhadapnya "tidak masuk akal" dan meminta para anggota partainya bersatu demi mencapai kebebasan serta demokrasi di Ekuador. Ia tidak merinci lebih lanjut alasan penilaiannya tersebut.
Kejaksaan Klaim Telusuri Sumber Dana
Kantor Kejaksaan Agung Ekuador, melalui video yang diunggah di media sosial, menyatakan penyelidikan bertujuan mengklarifikasi sumber dana pembiayaan iklan pemilihan umum. Menurut kejaksaan, sebuah jaringan entitas hukum diduga digunakan untuk menyalurkan dana kampanye tersebut.
"Dana tersebut diduga disalurkan tanpa mengungkapkan sumbernya maupun identitas pihak-pihak yang memberikan kontribusi," kata pihak kejaksaan, seperti dikutip dari laporan kantor berita internasional, Senin (26/10/2026).
Hingga saat ini, kejaksaan belum membeberkan rincian identitas entitas hukum yang disebut dalam penyelidikan maupun status hukum pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam aliran dana itu.
Partai Menilai Motif Politik
Rivadeneira menegaskan penangkapan Gonzalez bermotif politik. Ia menuntut pembebasan segera atas koleganya tersebut dan menilai pemerintahan Noboa menjalankan proses persekusi terhadap tokoh oposisi.
"Kami menuntut pembebasan segera Luisa Gonzalez, yang seharusnya tidak perlu menghadapi proses persekusi dan penyiksaan yang dilakukan oleh pemerintah ini," ujarnya kepada wartawan.
Bagi masyarakat Ekuador, khususnya pendukung oposisi, penangkapan ini menambah ketegangan politik menjelang agenda pemerintahan Noboa. Warga yang bergantung pada stabilitas politik negara menghadapi kekhawatiran bahwa perseteruan elite dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi dan penegakan hukum.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pemeriksaan lanjutan atau kemungkinan pengajuan dakwaan terhadap Gonzalez. Otoritas juga belum merilis pernyataan terkait tuntutan pembebasan dari partainya.