Warga Israel memberikan suara dalam pemilihan umum yang digelar Selasa (27/10/2026). Ini menjadi pemilu pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza. Sekitar 7,3 juta warga Israel memiliki hak suara, termasuk 1,2 juta warga Palestina yang merupakan warga negara Israel.

Tempat pemungutan suara dibuka pukul 07.00 waktu setempat dan ditutup pukul 22.00. Warga Israel yang tinggal di luar negeri tidak dapat memberikan suara karena negara tersebut tidak menerapkan sistem pemungutan suara melalui surat secara umum. Diplomat dan utusan negara menjadi pengecualian dan telah memberikan suara di perwakilan diplomatik Israel pada 20 Oktober.

Persaingan Ketat Dua Blok

Jajak pendapat terakhir yang diterbitkan Jumat memperkirakan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersaing ketat dengan blok oposisi yang dipimpin mantan Kepala Staf Militer Israel Gadi Eisenkot. Rata-rata survei Channel 11, 12, dan 13 memperkirakan blok Netanyahu memperoleh 50 kursi, sedangkan blok oposisi Eisenkot meraih 54 kursi.

Parlemen Israel, Knesset, memiliki total 120 kursi. Sebuah kelompok politik harus memperoleh sedikitnya 61 kursi untuk mengamankan mayoritas. Israel menerapkan sistem perwakilan proporsional, di mana pemilih memberikan suara untuk satu partai, bukan kandidat perseorangan. Partai harus meraih setidaknya 3,25 persen suara nasional agar dapat masuk ke Knesset.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Kapan Hasil Diumumkan?

Saluran berita akan menyiarkan hasil jajak pendapat keluar atau exit poll setelah pemungutan suara berakhir. Gambaran awal hasil pemilu kemungkinan muncul dalam beberapa jam setelah tempat pemungutan suara ditutup. Namun, kepastian hasilnya dapat memerlukan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

Penghitungan akhir suara diperkirakan selesai pada Jumat. Hasil resmi pemilu akan diumumkan secara formal satu minggu setelah pemungutan suara, yakni pada 4 November. Hasil juga akan ditampilkan secara langsung melalui situs Komite Pemilihan Umum Pusat.

Netanyahu Bisa Lengser?

Setelah penghitungan akhir selesai, Presiden Isaac Herzog akan berbicara dengan para pemimpin partai untuk mengetahui kandidat perdana menteri yang mereka dukung. Presiden kemudian menunjuk kandidat yang dinilainya memiliki peluang terbaik untuk membentuk pemerintahan. Kandidat yang ditunjuk memiliki waktu hingga 42 hari untuk membentuk pemerintahan.

Sejauh ini, belum pernah ada satu partai politik di Israel yang memenangkan mayoritas mutlak secara mandiri. Karena itu, pemerintahan biasanya dibentuk melalui koalisi sejumlah partai, dan negosiasi kerap berlangsung selama beberapa minggu. Jika tidak ada pemerintahan baru yang berhasil dibentuk, kabinet yang sedang berkuasa, yakni pemerintahan Netanyahu, akan tetap menjalankan tugas sebagai pemerintahan sementara.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Pihak yang memperoleh suara terbanyak memiliki sejumlah pilihan untuk menggalang dukungan partai-partai kecil, termasuk pembentukan pemerintahan minoritas atau pengaturan pembagian kekuasaan. Jika seluruh negosiasi gagal dan tidak ada kelompok politik yang mampu membentuk pemerintahan yang dapat berjalan, pemilu baru harus diselenggarakan.