Menteri Perindustrian Sarmuji mengingatkan para pengusaha gula rafinasi agar tidak membocorkan produk mereka ke pasar konsumen. Penegasan itu disampaikan saat pemerintah mulai mengantisipasi kebutuhan bahan baku industri makanan dan minuman (mamin) menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ramadan, hingga Hari Raya.

"Kami berikan dukungan ketercukupan bahan baku, terutama untuk makanan dan minuman dari sisi penyediaan gula rafinasi. Tapi kami juga minta dengan sangat kepada pengusaha supaya gula rafinasi ini tidak bocor ke sektor konsumen," tegas Sarmuji di Kementerian Perindustrian, Selasa (27/10/2026).

Menurut Sarmuji, periode Nataru yang bersambung dengan puasa dan Hari Raya biasanya meningkatkan permintaan bahan baku industri, terutama gula. Karena itu, pemerintah telah berkoordinasi dengan pelaku industri gula rafinasi untuk menjaga ketersediaan pasokan agar kegiatan produksi tidak terganggu.

Utilisasi Industri Belum Maksimal

Kementerian Perindustrian menilai masih ada ruang untuk meningkatkan kontribusi industri mamin terhadap perekonomian nasional. Namun, Sarmuji menyebut utilisasi sektor industri agro, khususnya makanan dan minuman, masih belum maksimal, yakni sekitar 60-an persen.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

"Utilisasi sektor industri di agro, terutama makanan dan minuman, masih belum maksimal, masih sekitar 60-an persen," ujarnya. Peningkatan pemanfaatan kapasitas produksi diharapkan dapat mendorong aktivitas industri sekaligus memperkuat kontribusi sektor agro.

Ketersediaan bahan baku menjadi salah satu aspek yang perlu dijaga agar kapasitas industri dapat dimanfaatkan lebih optimal. Namun, pemenuhan kebutuhan tersebut tetap harus disertai pengawasan distribusi agar gula rafinasi tidak masuk ke pasar konsumsi.

Bagi masyarakat lokal, pengawasan ini penting untuk menjaga stabilitas harga gula konsumsi dan mencegah peredaran gula rafinasi yang diperuntukkan bagi industri. Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan ketercukupan bahan baku, sekaligus memastikan distribusi gula rafinasi tetap sesuai peruntukannya.