PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), menggelar pemeliharaan jalan tol secara terjadwal. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan infrastruktur sekaligus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pemeliharaan juga bertujuan mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dengan meminimalkan gangguan perjalanan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan pelaksanaan pemeliharaan disesuaikan secara terukur dengan kondisi perkerasan dan tingkat kerusakan di lapangan. "Jalan tol menerima beban lalu lintas setiap hari sehingga membutuhkan preservasi berkala untuk menjaga kondisi perkerasan dan mencegah kerusakan berkembang lebih jauh," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (25/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, Jasa Marga menyesuaikan metode preservasi dengan jenis dan tingkat kerusakan perkerasan. Penanganan ringan dilakukan melalui patching atau penambalan pada titik kerusakan. Sementara scrapping and filling dilakukan dengan mengupas lapisan aspal yang menurun kualitasnya dan menggantinya dengan lapisan baru.
Pekerjaan tertentu dijadwalkan pada malam hari, khususnya pukul 22.00-05.00, dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan kebutuhan penanganan di lapangan. Pengaturan jadwal dan tahapan pekerjaan dilakukan untuk meminimalkan gangguan terhadap perjalanan pengguna jalan tanpa mengabaikan kualitas hasil pekerjaan dan keselamatan.
Untuk kerusakan yang lebih berat, Jasa Marga dapat melakukan rekonstruksi perkerasan, baik pada jalan beraspal maupun beton. Pekerjaan ini mencakup pembongkaran bagian perkerasan yang rusak dan perbaikan struktur sesuai kebutuhan teknis, termasuk pemulihan lapisan fondasi atau penggantian pelat beton. Durasi rekonstruksi bergantung pada tingkat kerusakan, metode penanganan, dan kondisi lapangan, yakni sekitar 1-4 hari.
Pada pekerjaan beton, jalan baru dapat dibuka kembali setelah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan untuk memastikan keamanan pengguna jalan. "Kami memahami bahwa pekerjaan preservasi dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan," papar Rivan.
Rivan memastikan pelaksanaan pekerjaan akan terus dievaluasi, mulai dari pengaturan waktu dan tahapan pengerjaan hingga pengamanan di lokasi. Tujuannya agar gangguan perjalanan dapat diminimalkan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan dan keselamatan.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi rambu dan arahan petugas di sekitar lokasi pekerjaan, serta tetap mengutamakan keselamatan berkendara. Rivan menegaskan preservasi merupakan bagian dari langkah perseroan dalam memperkuat transformasi layanan berbasis customer experience dan customer journey.
Kebijakan ini, kata dia, juga selaras dengan arahan Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi pelayanan BUMN untuk meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Rivan mengakui salah satu tantangan dalam menjaga kondisi perkerasan jalan tol adalah kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
Beban kendaraan yang melampaui batas kemampuan desain jalan dapat mempercepat kerusakan struktur perkerasan. Kondisi ini berpotensi memperpendek umur layanan jalan tol dan meningkatkan kebutuhan preservasi. "Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya pengendalian kendaraan ODOL untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur jalan tol," tutur Rivan.