Jakarta — Perum Bulog mempercepat pengiriman 10.000 ton jagung pakan dari sejumlah daerah sentra produksi menuju Pulau Jawa. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat pasokan jagung bagi peternak mikro di berbagai wilayah Jawa yang selama ini bergantung pada ketersediaan pakan ternak.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa pemuatan 10.000 ton jagung tersebut merupakan bagian dari Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Jagung dikirim melalui jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, sebelum akhirnya disalurkan kepada peternak mikro di berbagai wilayah Pulau Jawa.
Percepatan distribusi ini menjadi angin segar bagi peternak mikro yang kerap menghadapi fluktuasi harga dan keterbatasan pasokan pakan. Dengan pasokan yang lebih terjamin, biaya produksi peternakan diharapkan lebih stabil sehingga usaha ternak skala kecil dapat terus berjalan.
Jalur laut dipilih untuk memastikan pengiriman dalam jumlah besar dapat berlangsung efisien dan tepat waktu. Pelabuhan Tanjung Perak ditetapkan sebagai titik masuk utama karena posisinya yang strategis sebagai penghubung distribusi ke wilayah-wilayah di Pulau Jawa.
Program SPHP sendiri dirancang untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan, termasuk jagung sebagai komponen penting pakan ternak. Bagi peternak mikro, ketersediaan jagung yang lancar berdampak langsung pada kelangsungan usaha dan pendapatan mereka.
Bulog menegaskan komitmennya untuk terus mengawal distribusi agar pasokan jagung pakan mencapai sasaran, yakni peternak mikro di Pulau Jawa. Percepatan pengiriman ini diharapkan menjadi solusi nyata atas kebutuhan pakan yang selama ini menjadi kendala bagi peternak kecil.