Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta Perum Bulog dan ID Food segera menyerap telur dari peternak dengan nilai mencapai Rp 30 miliar. Permintaan itu disampaikan di tengah tekanan harga telur dan kondisi kelebihan pasokan yang dirasakan kalangan peternak. Langkah ini menjadi respons pemerintah terhadap anjloknya harga di tingkat produsen.

Penyerapan senilai Rp 30 miliar disebut sebagai upaya menjaga kestabilan harga telur agar tidak terus merosot. Bulog dan ID Food sebagai badan usaha milik negara di sektor pangan diminta bergerak cepat mengambil produk dari peternak. Dengan begitu, pasokan yang menumpuk di tingkat peternakan bisa terserap dan harga kembali seimbang.

Dampak bagi Peternak dan Masyarakat Lokal

Bagi peternak di sejumlah daerah, kelebihan pasokan menjadi persoalan serius karena harga jual tertekan sementara biaya produksi tetap berjalan. Penyerapan oleh Bulog dan ID Food diharapkan meringankan beban mereka, terutama peternak skala kecil yang paling rentan terhadap fluktuasi harga. Langkah ini juga berdampak pada ketersediaan telur di pasar lokal dengan harga yang lebih wajar bagi konsumen.

Pemerintah menilai intervensi melalui badan usaha pangan merupakan cara cepat untuk meredam gejolak harga tanpa harus menunggu mekanisme pasar bekerja sendiri. Penyerapan telur senilai Rp 30 miliar diharapkan menjadi sinyal bahwa negara hadir ketika peternak menghadapi kesulitan menjual hasil produksinya.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Meski demikian, efektivitas penyerapan bergantung pada kecepatan realisasi di lapangan. Peternak berharap proses pengambilan telur oleh Bulog dan ID Food tidak berlarut-larut agar kerugian akibat penurunan harga tidak semakin melebar. Pengawasan distribusi juga menjadi kunci agar manfaat penyerapan benar-benar sampai ke produsen dan konsumen lokal.