Lima orang pekerja pembangunan jalan dinyatakan tewas setelah sebuah truk pikap terbakar di Distrik Alluri Sitaramaraju, India. Kebakaran terjadi karena para pekerja mengisi sendiri bahan bakar solar ke dalam tangki kendaraan tanpa prosedur keselamatan yang memadai.
Kepala Kepolisian Distrik Alluri Sitaramaraju, Amit Bardar, menyatakan peristiwa itu berlangsung di Desa Pinakota, wilayah Anantagiri mandal, sekitar pukul 08.30 waktu setempat pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Lokasi proyek berjarak sekitar 100 kilometer dari pemukiman, sehingga pasokan bahan bakar dilakukan secara mandiri dengan tong-tong solar.
Menurut Bardar, para pekerja kemungkinan tidak menerapkan langkah pencegahan yang cukup saat memindahkan bahan bakar ke tangki truk. Percikan api kemudian memicu kebakaran yang dengan cepat membesar.
"Ini bukan ledakan. Saya menyebutnya kebakaran yang tidak disengaja. Lima korban jiwa sejauh ini telah kami konfirmasi," ujar Bardar.
Api pertama kali muncul di truk pikap, lalu merambat ke truk pengangkut material dan sepeda motor yang terparkir di dekatnya. Ketiga kendaraan hangus terbakar. Rekaman video yang beredar menunjukkan insiden itu diikuti ledakan yang menyebarkan serpihan ke area sekitar.
Satu jenazah ditemukan di dalam kendaraan, sedangkan dua lainnya ditemukan di area sekitarnya. Truk pikap tersebut diketahui milik kontraktor pelaksana pembangunan jalan di kawasan tersebut.
Tim kepolisian telah tiba di lokasi untuk olah tempat kejadian. Tim penyelidik lain dijadwalkan menyusul guna menelaah penyebab pasti kebakaran dan mengevaluasi prosedur pengisian bahan bakar di lokasi proyek terpencil.
Insiden ini menyoroti risiko pengisian bahan bakar mandiri di proyek infrastruktur yang jauh dari pemukiman. Pengawasan terhadap prosedur keselamatan kerja dinilai perlu diperketat agar peristiwa serupa tidak terulang.