Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat program Kampung Nelayan Merah Putih dengan target 2.000 lokasi hingga 2027, sambil mematangkan verifikasi ratusan calon lokasi di berbagai daerah. Langkah ini disertai penyiapan 3.500 fasilitator handal untuk memastikan program berjalan sesuai standar.

Program ini melibatkan KKP, Satgas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), pemerintah daerah, dan mitra pembangunan, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan pesisir. Kegiatan berlangsung di sejumlah wilayah, antara lain Jember, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, Pesisir Barat, Aceh, Jambi, dan Kaur, melalui survei kebutuhan fasilitas, pembekalan tim penilai, dan pembangunan lokasi.

Kronologi terkini menunjukkan KKP menurunkan tim untuk memverifikasi sekitar 1.000 calon lokasi, sementara Satgas KNMP mematangkan persiapan 169 lokasi di Sulawesi Tenggara. Di Sumatera Barat disiapkan 40 lokasi, sedangkan di Pesisir Barat Bupati Dedi Irawan mulai pembangunan kampung nelayan. Di Aceh, ratusan tim penilai dibekali standar verifikasi, dan di Jambi dipetakan 67 titik di tujuh kabupaten.

Latar belakang program mencakup penyiapan 2.000 lokasi pada 2027 dan perekrutan ribuan fasilitator handal. Kabupaten Kaur mendapat kuota lima lokasi tahun 2027, sementara mitra pembangunan mendorong dukungan pemerintah daerah agar program berjalan optimal. Survei juga digunakan untuk menentukan kebutuhan fasilitas di tiap lokasi.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Dampak langsung program ini diharapkan memperkuat ekonomi dan kesejahteraan nelayan. Masyarakat pesisir diimbau berpartisipasi aktif, sementara pemerintah daerah diminta menjaga transparansi dan dukungan agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih berjalan tepat sasaran.