Kekalahan Flavio Bolsonaro dalam pemilihan presiden Brasil berbuntut panjang. Senator yang juga anak mantan Presiden Jair Bolsonaro itu dilaporkan meninggalkan Brasil dan terbang ke Amerika Serikat setelah Presiden AS Donald Trump memberikan persetujuan langsung untuk mengizinkannya masuk.
Informasi tersebut dikutip dari laporan media internasional, Rabu (28/10/2026). Pejabat pemerintahan Trump pada Senin lalu mengetahui bahwa Flavio hanya memiliki waktu sekitar 24 jam untuk menyerahkan paspornya. Penasihat Trump menegaskan bahwa kandidat yang kalah itu dipastikan diizinkan masuk ke AS, dan dua pejabat AS menyebut visa untuk Flavio beserta keluarganya tengah diterbitkan.
Kekalahan dan Pelarian
Flavio kalah mengejutkan dari Presiden sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva pada putaran kedua pemilu. Meski semula diunggulkan, ia tertinggal 4,4 juta suara. Kekalahan itu memicu langkah hukum di dalam negeri.
Kepolisian Federal Brasil membatalkan paspor Flavio setelah ia gagal menyerahkannya sesuai perintah Hakim Mahkamah Agung Alexandre de Moraes dalam batas waktu 24 jam pada Senin. Seorang sumber terdekat menyebut Flavio sangat takut ditangkap karena tengah diselidiki atas dugaan korupsi, pencucian uang, dan penghindaran mata uang.
Flavio dilaporkan tiba di AS pada Selasa sore. Lokasi pendaratannya dan apakah ia sempat berbicara langsung dengan Trump sebelum keberangkatan masih belum jelas. Media Argentina sempat melaporkan ia transit melalui Argentina, namun pemerintah Argentina membantah memiliki catatan masuknya.
Jerat Hukum dan Reaksi Lula
Flavio menghadapi berbagai tuduhan, termasuk keterlibatan dengan platform taruhan daring ilegal dan produksi film biografi ayahnya berjudul "Dark Horse". Polisi federal meyakini proyek itu melibatkan aliran dana dari Banco Master, bank yang runtuh dalam skema mirip Ponzi senilai US$7 miliar atau sekitar Rp126,7 triliun pada 2025. Flavio membantah semua tuduhan tersebut.
Meski saat keberangkatannya belum ada surat perintah penangkapan, analis hukum menilai tindakan menentang perintah pengadilan untuk menyerahkan paspor sudah cukup menjadi dasar penerbitan surat perintah penangkapan.
Lula menyebut pelarian Flavio sangat memalukan. Ia menilai lawannya itu seharusnya tinggal di dalam negeri untuk melawan para penuduhnya di pengadilan. "Sangat disayangkan, itulah keluarga Bolsonaro bagi Anda. Brasil adalah tanah air kedua mereka, tanah air pertama mereka adalah Amerika Serikat," kata Lula kepada pendukungnya.
Langkah Flavio mencerminkan tindakan ayahnya, Jair Bolsonaro, yang melarikan diri ke Orlando, Florida, selama tiga bulan usai kalah pada pemilu 2022. Upaya Jair dan sekutunya membatalkan hasil pemilu itu berujung vonis 27 tahun penjara bagi sang mantan presiden.
Partai Liberal semula menolak mengakui kemenangan Lula, namun akhirnya mengakui hasil pemilu beberapa hari kemudian. Kepergian Flavio mengejutkan internal partainya sendiri mengingat modal politiknya yang besar, dengan sekitar 60 juta suara yang ia terima.