Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan kunjungan wisatawan menembus angka 9 juta hingga akhir 2026. Optimisme itu muncul setelah realisasi kunjungan periode Januari-September 2026 mencapai 7,10 juta kunjungan, atau tumbuh 13,50 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto menyatakan pertumbuhan positif tersebut menjadi dasar penyusunan proyeksi hingga 31 Desember 2026. Menurut dia, seluruh skenario proyeksi diperkirakan melampaui target revisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 403,50 miliar.
Tiga Skenario Proyeksi Kunjungan dan PAD
Dinas Pariwisata Sleman menyusun tiga tingkatan proyeksi capaian kunjungan dan PAD hingga akhir tahun. Skenario pesimistis memproyeksikan 9,34 juta wisatawan dengan PAD Rp 409 miliar. Skenario netral memperkirakan 9,62 juta wisatawan dengan PAD Rp 423 miliar.
Adapun skenario optimistis menargetkan 9,81 juta wisatawan dengan perolehan PAD Rp 435 miliar. Ketiga angka itu berada di atas target revisi PAD tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 403,50 miliar, sehingga sektor pariwisata dipandang tetap menjadi penopang pendapatan daerah.
Realisasi PAD Capai 79,05 Persen
Hingga akhir September 2026, realisasi PAD sektor pariwisata Sleman telah menyentuh Rp 318,95 miliar. Capaian itu tumbuh 9,60 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan memenuhi 79,05 persen dari target revisi tahunan.
Bagi masyarakat lokal, tren kunjungan yang terus naik berdampak langsung pada perputaran ekonomi di sekitar destinasi. Pelaku usaha kuliner, penginapan, dan cenderamata di kawasan wisata Sleman berpeluang meraih pendapatan lebih besar pada sisa tahun ini, seiring proyeksi kunjungan yang melampaui 9 juta wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Sleman pun berharap lonjakan kunjungan tersebut turut memperkuat penerimaan daerah. Dengan begitu, pembangunan infrastruktur dan layanan publik di tingkat lokal dapat terus berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada dana dari pemerintah pusat.