BTC/USD mengalami koreksi tajam hari ini, 6 November 2026, setelah harga Bitcoin anjlok ke level US$76.000. Pergerakan ini terjadi meski arus masuk investor ke Binance mencatat kenaikan, menunjukkan sentirse pasar yang tetap rapuh di tengah tekanan jual global.
Data dari Aktualita.co mencatat penurunan signifikan dari puncak sebelumnya di atas US$83.000 dan US$85.000 minggu lalu. TradingView mengidentifikasi penurunan permintaan ETF Bitcoin sebagai pemicu utama, sementara Traders Union mencatat bahwa BTC/USD masih tertahan di bawah ambang US$79.000 meski likurans Binance kembali meningkat.
Kronologi penurunan dimulai melemahnya minat institusional melalui ETF spot Bitcoin, diikuti oleh tekanan jual dari trader pendek. Sebelumnya, Ajaib mencatat faktor pendorong kenaikan ke US$85.000 berasal dari adopsi makro dan likuiditas pasar, sedangkan FXStreet dalam proyeksi tren empat tahun ke depan mencatat angka US$76.000 sebagai titik referensi penting.
Para analis pasar menegaskan bahwa tidak ada indikasi pemulihan segera tanpa katalis permintaan baru dari ETF atau adopsi institusional. Sumber terpercaya menyoroti bahwa volatilitas ini masih dalam koridor koreksi normal pasca-rekor, bukan indikasi crash permanen aset digital.
Dampak langsung terasa pada trader retail dan instrumen turunan kripto, dengan likuidasi posisi long yang meningkat. Masyarakat diimbau untuk melakukan due diligence sendiri sebelum bertransaksi dan tidak menyimpan aset yang tidak siap risiko di satu exchange tunggal.