Sebanyak 48 siswa SD Negeri 3 Kedaloman, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, Lampung, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 26 Oktober 2026. Puluhan siswa tersebut mengeluh mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap siomay yang disajikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pekon Pariaman.

Insiden ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan orang tua di Pekon Campang Kanan dan sekitarnya. Keluhan mulai disampaikan orang tua sekitar pukul 18.00 WIB. Anak-anak mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas Talang Padang, Puskesmas Kedaloman, dan tempat praktik Bidan Khairun Nisa untuk mendapat pertolongan medis.

Kasubbag TU KPPG Bandar Lampung, Fitra Alfarisi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan keracunan tersebut. Menurutnya, SPPG Pekon Pariaman telah dikenai sanksi penghentian operasional sementara. "Iya monitor, sudah diberikan suspend. Kami juga masih mendalami peristiwa ini," kata Fitra, Selasa, 27 Oktober 2026.

Kapolres Tanggamus, AKBP AH Hudi Arif, memastikan seluruh siswa yang terindikasi keracunan telah dipulangkan setelah kondisi kesehatannya membaik. Tidak ada siswa yang harus menjalani rawat inap. Meski demikian, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut. "Anggota Satreskrim kita turunkan untuk berkoordinasi dan melakukan pemeriksaan sampel makanan bersama pengawas SPPG dan dinas terkait," ujar Hudi.

Menu Siomay hingga Bumbu Kacang Diperiksa

Berdasarkan penyelidikan sementara, SPPG Pekon Pariaman mendistribusikan makanan MBG kepada 191 siswa dan dewan guru di SDN 3 Kedaloman. Menu yang dibagikan terdiri dari siomay, telur rebus, kentang rebus, tahu, kol, dan bumbu kacang. Semangka juga tercatat dalam laporan sebagai bagian dari menu hari itu.

Sebelum makanan dibagikan, guru yang bertugas sebagai penanggung jawab disebut telah mencicipinya dan tidak merasakan keluhan. Namun, menurut Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, sejumlah siswa yang mengalami gejala diduga mengonsumsi makanan setelah membawanya pulang ke rumah. "Guru mencicipi makanan tidak merasakan keluhan hingga dibagikan kepada para siswa. Tapi dari informasi kami terima, anak-anak yang mengalami keluhan ini, itu mereka yang membawa pulang makanannya ke rumah," ungkap Yuni.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat dipastikan. Petugas kesehatan telah mengambil sampel makanan dari SPPG Pekon Pariaman untuk diperiksa. Polisi juga berkoordinasi dengan pengawas SPPG dan dinas terkait guna mendalami kejadian tersebut. Warga setempat berharap hasil pemeriksaan segera diumumkan agar tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut.