DENPASAR - Gelandang serang asing Bali United asal Jepang, Teppei Yachida, menampilkan performa gemilang dengan menjadi pencetak gol terbanyak tim di panggung Super League 2026-2027. Pesepak bola berusia 25 tahun itu kini memuncaki daftar legiun asing paling produktif milik Serdadu Tridatu. Yachida berhasil mencetak lima gol dan dua assist dalam delapan laga terakhir Super League.
Dengan catatan tersebut, Yachida mengungguli penyerang sayap lokal Irfan Jaya yang mencatatkan empat gol dan tiga assist. Kran gol Bali United juga tersebar merata di lini depan. Thijmen Goppel, Jort van der Sande, dan Queven Inacio masing-masing mengoleksi tiga gol, sementara striker Marko Dugandzic mencetak dua gol. Striker muda Jens Raven menambah sebiji gol.
Pelatih Bali United Johnny Jansen menyambut positif meratanya kontribusi gol di skuadnya tanpa bergantung pada sosok striker murni semata. Menurutnya, distribusi gol yang merata menunjukkan kekuatan kolektif tim. Yachida sendiri terbaru membobol gawang Arema FC yang dikawal Syahrul Trisna di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (31/10).
Bagi pendukung Serdadu Tridatu, kehadiran mesin gol baru ini membangkitkan optimisme di tengah persaingan ketat Super League 2026-2027. Produktivitas Yachida diharapkan terus berlanjut dan mengangkat performa Bali United di klasemen, sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat Bali terhadap tim kebanggaan Pulau Dewata.
Konsistensi Yachida di lini serang juga menjadi modal penting bagi Bali United untuk bersaing di papan atas. Dengan delapan laga telah dilalui, pencapaian lima gol dan dua assist membuktikan adaptasi cepat pemain asal Jepang tersebut terhadap sepak bola Indonesia.
Performa gemilang Yachida tidak hanya mengangkat namanya di daftar pencetak gol, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan Bali United membangun skuad seimbang. Kombinasi pemain asing dan lokal yang produktif menjadi kunci bagi Serdadu Tridatu untuk menjaga daya saing di kompetisi musim ini.
Johnny Jansen menilai meratanya kontribusi gol memperlihatkan bahwa Bali United tidak bergantung pada satu individu. Setiap lini memiliki kemampuan mencetak gol, sehingga lawan kesulitan memusatkan perhatian pada satu pemain saja. Strategi ini diharapkan menjaga ketajaman Serdadu Tridatu hingga akhir musim.