Jakarta — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 guna memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan BBM penugasan hingga ke tingkat stasiun pengisian. Program ini menargetkan 3.679 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia sebagai wilayah pengawasan.

Peluncuran berlangsung pada Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi di Hotel Westin Jakarta, Jumat (23/10). Wakil Menteri ESDM Yuliot memimpin langsung peluncuran tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Kementerian ESDM menganugerahkan Penghargaan Energi Subroto 2026 kepada pelaku industri, pemerintah daerah, dan tokoh yang dinilai berkontribusi bagi sektor energi dan pertambangan.

Pengawasan Melekat di Titik Distribusi

Melalui program ini, para petugas diterjunkan untuk mengawasi distribusi energi secara langsung. Mereka bertugas memperkuat ketersediaan data pengawasan serta mencegah potensi kebocoran dan penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun BBM penugasan. Yuliot berharap program ini melahirkan pengawal energi yang kompeten, berintegritas, dan berdedikasi agar pasokan energi menjangkau masyarakat secara merata dan tepat sasaran.

"Penugasan ini sekaligus menjadi wahana strategis dalam membina talenta muda bangsa melalui pemberian akses pengalaman lapangan langsung dan peningkatan kompetensi teknis di sektor energi, sehingga tata kelola subsidi yang transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan dapat terwujud secara optimal," ujar Yuliot dikutip Minggu (25/10/2026).

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Prioritas Putra Daerah dan Dampak bagi Masyarakat Lokal

Penempatan petugas memprioritaskan putra-putri daerah sesuai domisili provinsi atau wilayah terdekat. Pendekatan pemberdayaan lokal ini ditujukan untuk mengoptimalkan pemahaman kondisi geografis, efisiensi logistik penugasan, penerimaan masyarakat setempat, serta ketahanan dan kesigapan petugas di lapangan. Bagi masyarakat daerah, kehadiran pengawal energi diharapkan mempercepat respons terhadap keluhan distribusi BBM dan memastikan subsidi tidak dinikmati pihak yang tidak berhak.

Meski demikian, setiap petugas menandatangani Pakta Integritas Komitmen Penempatan dan menyatakan kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Program kolaborasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas ini terbuka bagi talenta muda lulusan perguruan tinggi. Pendaftaran dibuka pada 23 Oktober hingga 1 November 2026 melalui portal resmi daring di laman resmi.

Yuliot menegaskan Penghargaan Energi Subroto bukan sekadar tradisi apresiasi tahunan, melainkan penghormatan atas dedikasi Profesor Subroto yang meletakkan fondasi pembangunan sektor energi dan pertambangan nasional. Ia mengingatkan, tata kelola sumber daya energi tidak semata mengejar nilai ekonomi dan produksi, tetapi merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.

"Sebuah penghargaan mungkin hanya diterima dalam beberapa menit di atas panggung, tetapi kerja keras di baliknya berlangsung bertahun-tahun. Itulah yang sesungguhnya kita rayakan malam ini," kata Yuliot.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Penganugerahan Energi Subroto mencakup berbagai bidang, mulai dari keunggulan operasional, keberlanjutan dan transisi energi, inovasi dan penciptaan nilai tambah, tata kelola dan kepatuhan, hingga partisipasi publik. Sejumlah perusahaan dan tokoh menerima penghargaan, termasuk PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang, Medco E&P Natuna Ltd, PT Borneo Indobara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta tokoh energi inspiratif Kuntoro Mangkusubroto yang telah wafat.