Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana menyulap kawasan wisata Danau Buatan di Kecamatan Rumbai menjadi destinasi yang lebih menarik dan representatif bagi masyarakat. Kawasan tersebut akan direvitalisasi dengan konsep ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang terbuka biru (RTB) yang mengedepankan keindahan, kenyamanan, serta kelestarian lingkungan. Tak hanya pembenahan kawasan, Pemko juga menyiapkan opsi perubahan nama Danau Buatan menjadi Danau Lestari.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan rencana revitalisasi masih dalam tahap persiapan. Pemko tengah melihat kondisi kawasan secara langsung sekaligus membahas desain penataan yang akan diterapkan. Menurutnya, Danau Buatan nantinya diharapkan memiliki wajah baru dan menjadi ruang publik yang nyaman, indah, serta salah satu pilihan wisata unggulan masyarakat Pekanbaru.

Nama Danau Lestari dinilai lebih mencerminkan konsep pengembangan kawasan wisata yang asri dan berorientasi pada pelestarian lingkungan. Dengan konsep RTH dan RTB, kawasan diharapkan tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mendukung kualitas lingkungan sekitar. Bagi warga Rumbai dan Pekanbaru, kehadiran ruang publik yang nyaman dapat menjadi tempat rekreasi sekaligus sarana interaksi sosial.

Agung menjelaskan bahwa rencana penataan disiapkan melalui PUPR. Untuk pengerjaan nantinya, Pemko berencana meminta bantuan Menteri Pekerjaan Umum. Langkah ini menunjukkan revitalisasi diposisikan sebagai proyek penataan kawasan yang membutuhkan dukungan lintas pemerintah.

Revitalisasi kawasan Danau Buatan juga diharapkan memperkuat daya tarik wisata lokal. Dengan perubahan nama dan penataan yang lebih representatif, kawasan dapat menjadi destinasi pilihan masyarakat Pekanbaru. Keberhasilan proyek akan bergantung pada konsistensi desain, pelaksanaan, dan pemeliharaan kawasan setelah dibangun.

Bagi masyarakat lokal, rencana ini membawa harapan ruang terbuka yang aman dan nyaman. Namun, warga juga perlu memantau proses perencanaan agar hasil akhir sesuai kebutuhan publik. Pemko diharapkan melibatkan aspirasi masyarakat dalam penataan kawasan agar Danau Lestari benar-benar menjadi ruang publik yang inklusif.