Jakarta — Paxel memperkuat komitmen green logistic atau logistik ramah lingkungan melalui penggunaan kendaraan motor listrik dan program pengumpulan kemasan ke bank sampah. Langkah ini dijalankan sejak lima tahun lalu sebagai upaya menekan emisi karbon di sektor logistik.

Direktur Utama Paxel, Zaldy Ilham Masita, mengatakan green logistic harus menjadi roadmap industri logistik. Sebab, sektor ini menyumbang emisi karbon cukup besar, sehingga upaya dekarbonisasi perlu dilakukan mulai dari pengemasan, penyimpanan, distribusi, hingga produksi barang.

"Di Paxel upaya green logistic dilakukan sejak 5 tahun lalu melalui penggunaan kendaraan motor listrik hingga mengembangkan produk Paxel Recycle yang mendorong pelanggan untuk mengumpulkan kemasan barang ke bank sampah Paxel," ujar Zaldy dalam dialog Focus on Infra, Jumat (23/10/2026).

Dari perspektif lokal, program Paxel Recycle membuka peluang bagi warga dan pelaku usaha kecil untuk terlibat dalam pengelolaan sampah kemasan. Bank sampah menjadi titik temu antara pelanggan, kurir, dan komunitas lokal dalam menjaga lingkungan sekaligus menambah nilai ekonomi dari limbah kemasan.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Meski demikian, Zaldy menilai pelaku usaha masih membutuhkan dukungan pemerintah. Dukungan tersebut mencakup konsistensi kebijakan, pembiayaan dan investasi, serta insentif yang mendorong pengembangan green logistic.

Menurutnya, tanpa dukungan regulasi dan fiskal yang konsisten, penerapan logistik hijau di Indonesia berjalan lambat. Padahal, potensi sektor ini besar seiring meningkatnya kesadaran global terhadap pengurangan emisi karbon dan dampak perubahan iklim.

Dalam dialog tersebut, Zaldy juga memaparkan sektor yang menjadi sumber pertumbuhan bisnis logistik, termasuk makanan dan minuman (F&B) serta farmasi. Kedua sektor ini dinilai tetap menjadi penopang permintaan jasa kurir di tengah gejolak ekonomi 2026.

Bagi masyarakat lokal, pertumbuhan bisnis kurir di sektor F&B dan farmasi berdampak pada terbukanya lapangan kerja, termasuk tenaga pengemudi motor listrik. Selain itu, layanan pengiriman yang semakin ramah lingkungan diharapkan mengurangi polusi udara di kawasan permukiman dan pusat kota.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Paxel menegaskan green logistic bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan jangka panjang. Kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar transisi menuju logistik rendah karbon berjalan efektif dan berkelanjutan.