Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mengalami erupsi pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan tinggi kolom erupsi tidak teramati, namun erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat. Tidak terdengar dentuman dan gemuruh pada peristiwa kali ini.
Erupsi terjadi di Gunung Anak Krakatau yang berada di Provinsi Lampung. PVMBG mencatat peristiwa ini terjadi pada tanggal 31 Oktober 2026 pukul 18.30 WIB. Kolom erupsi tidak teramati, sehingga tinggi abu vulkanik tidak dapat dipastikan. Saat ini status gunung berapi tersebut berada pada Level III (Siaga), yang menandakan aktivitas vulkanik meningkat dan berpotensi membahayakan masyarakat di sekitarnya.
Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau diimbau tidak memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau. Pembatasan ini bertujuan mengurangi risiko terhadap keselamatan jiwa.
Badan Geologi juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Warga diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada terhadap perkembangan aktivitas vulkanik.
Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diminta tenang dan tidak mempercayai isu-isu yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau akan menyebabkan tsunami. Warga dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Imbauan ini penting agar masyarakat lokal tidak terprovokasi hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.
Erupsi malam ini menjadi perhatian masyarakat pesisir di Banten dan Lampung, yang berada di sekitar Selat Sunda. Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan oleh PVMBG. Masyarakat diminta memantau informasi resmi dari otoritas terkait dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Dengan status Siaga Level III, masyarakat lokal di kawasan pesisir Banten dan Lampung diharapkan menjaga jarak aman dari area terdampak dan menyiapkan rencana evakuasi jika diperlukan. BPBD setempat akan memberikan arahan lebih lanjut sesuai perkembangan aktivitas gunung berapi.